LDK Timur: Raising Transformational Leaders of the Present

Penulis: Alice Pricillya | Sun Yat-Sen University

PPITIONGKOK.org – Setelah mengadakan latihan dasar kepemimpinan (LDK) untuk cabang-cabang region utara dan selatan, LDK Region Timur akhirnya diselenggarakan pada tanggal 13-14 Maret 2021 kemarin. Kali ini, PPI Tiongkok Pusat berkolaborasi dengan PPIT Cabang dan Ranting Nanjing, Wuxi, Hangzhou, Shanghai, Yangzhou, Hefei, Ningbo, Changzhou, Nanchang, dan Suzhou. Tujuan diadakannya acara LDK adalah untuk menyiram dan mengembangkan bibit leadership yang sudah ada di dalam diri masing-masing, terutama untuk menyiapkan pelajar Indonesia di Tiongkok guna melanjutkan kepengurusan PPIT Pusat, Cabang, Ranting, maupun untuk pelajar-pelajar yang akan kembali ke Indonesia. 

Tak lupa opening speech oleh Ketua Umum PPI Tiongkok 2020-2021 Nikkolai Ali Akbar Velayati, Konsul Jendral RI di Shanghai Deby W. Kurnia, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Beijing Yaya Sutarya, serta Wakil Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolio Dino R. Kusnadi. Setelah ini, juga ada penampilan dari Djas Merah, komunitas seni budaya yang menaungi mahasiswa-mahasiswi Indonesia di Ningbo. 

Tentunya, diperlukan pengertian yang mendalam mengenai PPIT secara menyeluruh jika ingin mempersiapkan calon-calon pemimpin baru bagi PPIT, baik pusat, cabang maupun ranting. Oleh sebab itu, sesi pertama dibawakan oleh Nikkolai Ali Akbar Velayati yang memberikan sejarah singkat mengenai terbentuknya PPI Tiongkok, struktur organisasi secara menyeluruh, sumber hukum PPIT, beserta dengan fokus utama organisasi tersebut. Selama 8 tahun berdiri, PPI Tiongkok menjadi organisasi pelajar terbesar dan teraktif di dunia dengan 29 PPIT Cabang dan 55 PPIT ranting. 

Sesi kedua kemudian dilanjutkan oleh Ketua Umum Permira 2020-2021 Teguh Imanullah yang menjelaskan tentang organisasi, serta keuntungan berorganisasi yang meliputi self-management, jaringan, pola pikir, dan kemampuan berkomunikasi. Dalam beorganisasi, sifat dasar kepemimpinan yang diperlukan antara lain kejujuran, mampu melakukan amanah, cerdas, dan menyampaikan informasi dan amanah dengan cara komunikasi yang sesuai. Selain ituk pemimpin yang baik harus mampu menjawab pertanyaan why (menjelaskan kepada anggota mengapa harus melakukan hal tersebut), how (bagaimana melakukan hal tersebut), dan what (apa bentuknya).

Bagas Deka Kurnianto sebagai CEO dan Founder PT. Deka Hikmah Karya dan aplikasi CariBOSS, yang pernah merasakan LDK sebanyak 5 kali, menjelaskan pentingnya LDK. Selain bisa dijadikan platform kenalan, LDK juga melatih jiwa kepemimpinan, mendorong peserta untuk belajar diskusi menyelesaikan masalah bersama sambil menahan emosi, serta melatih mental. 

Setelah istirahat dan ice-breaking games, CEO PT. Paragon Technology and Innovation Salman Subakat mengisi sesi ke tiga dengan tema inovasi, menggunakan PT. Paragon Technology and Innovation sebagai case study. Ia menekankan pentingnya diskusi untuk berinovasi. Untuk meraih strategic and leading innovation, dibutuhkan clear vision, kemampuan untuk mengalokasikan sumber daya dengan mengenal terlebih dahulu faktor internal dan eksternaldan melakukan prioritisasi berdasarkan core competence perusahaan dan orang-orang di dalamnnya. Perlu diingat juga bahwa inovasi yang strategis membutuhkan strategi kolaborasi dalam jangka waktu yang panjang. Untuk memimpin terjadinya inovasi, diperlukan pemimpin yang dapat berempati dan mau terjun langsung ke lingkungan bersama tim dan customer, disiplin memutar roda GCG, serta memiliki kemauan untuk terus belajar dari orang lain.

Pada hari ke dua LDK Timur, acara dibuka oleh performance oleh Sanggar Wayang HISC, komunitas seni tradisional Indonesia, tari modern, serta musik dan orkestra yang bertempatan di Hangzhou. Setelah itu pelatihan resmi dimulai dengan diadakannya forum group discussion (FGD) yang dipimpin oleh Jutadi selaku Sektretari Jendral PPI Tiongkok 2020-2021. Pada FGD pertama, Jutadi menjelaskan mengenai mekanisme sidang PPI Tiongkok, seperti macam-macam hak dan kewajiban peserta, serta aturan-aturan sidang. Para peserta juga mendapat kesempatan untuk mengikuti simulasi sidang. 

Ripan Karlianto, Reseller Performance dan Training Manager, menjadi pembicara terkahir dengan membawakan materi seputar public speaking. Ia menjelaskan bahwa public speaking ibarat otot yang perlu dilatih. Daripada mengandalkan teori terus-menerus, ada baiknya untuk memasukkan story dalam presentasi atau pidato yang dapat menguatkan teori yang disampaikan karena teori bisa dibantah oleh orang-orang yang lebih berpengetahuan, sedangkan story bersifat lebih personal dan susah dibantah. Sebelum melakukan public speaking, perlu melakukan 3P, yakni prepare, practice, perform. Saat sedang melakukan public speaking, perlu memperhatikan 3V, yaitu visual, vocal, verbal. Lima senjata yang bisa digunakan saat public speaking agar didengar oleh audiens adalah usia, jabatan, kekayaan, keturunan, dan ilmu pengetahuan. Terutama oleh generasi Millenials, ilmu pengetahuan menjadi senjata yang lebih sering dipergunakan.

Sebagai latihan sekaligus aktivitas terkahir, para peserta LDK Timur diberikan kesempatan untuk melatih critical thinking dan public speaking skills yang telah diajarkan melalui “clubhouse challenge”, dimana para peserta diberikan sebuah topik dan harus mempresentasikan ide atau tanggapan mereka mengenai topik tersebut.  

Rangkaian acara yang telah berlangsung selama dua hari akhirnya ditutup oleh penyampaian kesan dan pesan para peserta terkait kegiatan, serta pembacaan ikrar kader PPI Tiongkok yang dipimpin oleh Ketua Umum PPI Tiongkok dan diikuti oleh seluruh peserta. 

Salam Perhimpunan!

PPI Tiongkok 2020-2021

Berdaya, Berkarya, Bersama

Leave a Comment

Your email address will not be published.